Tips Membuat Makalah Bebas Plagiarisme


Assalamuu’alaikum Wr. Wb.

Apa itu makalah? Makalah adalah karya tulis ilmiah mengenai topik tertentu yang mencakup dalam ruang lingkup suatu perkuliahan atau yang berkaitan dengan suatu tema seminar, simposium, diskusi, atau kegiatan ilmiah lainnya (Universitas Pendidikan Indonesia, 2013:3). Makalah secara umum yaitu salah satu jenis karya tulis yang bersifat ilmiah dengan pembahasan permasalahan tertentu berdasarkan hasil kajian teori atau kajian lapangan. Umumnya pembuatan makalah bertujuan untuk memenuhi tugas tertentu seperti tugas akademik maupun tugas non akademik. Pembuatan makalah sudah tidak asing lagi di telinga mahasiswa. Hampir 99% mahasiswa pasti sudah merasakan tugas berupa pembuatan makalah. 

Mengingat pentingnya mahasiswa mengalami pembuatan makalah, maka sangat disayangkan bahwa sebagian mahasiswa menggunakan cara plagiarisme untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Bahkan, sebagian mahasiswa sama sekali tidak menyadari apa yang dimaksud dengan plagiarisme itu. Padahal penulusuran di berbagai sumber internet ada banyak sekali informasi tentang pengertian, jenis-jenis maupun ciri-ciri plagiarisme. 

Agus Hermawan (2019) menyatakan, plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah kegiatan menjiplak, mengambil karangan, pendapat dan sebagainya dari orang lain untuk dijadikan seolah karang dan pendapat sendiri tanpa meminta ijin dan menyertakan sumber yang dicatatnya. Orang yang melakukan palgiat disebut plagiator atau penjiplak. Sanksi dan hukuman bagi seseorang yang melakukan plagiasi sudah diatur oleh pasal 25 ayat 2 dan pasal 70 undang-undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan penjelasannya. 

Ada beberapa tipe plagiarisme yang oleh Putra (2011) dalam Agus Hermawan (2019) dijelaskan sebagai berikut:
a. plagiat langsung (direct plagiarism) 
b. plagiat tidak jelas (incorrect citation) 
c. plagiat mosaik (mosaic plagiarism) 

Agar terhindar dari plagiarisme, kita harus terampil melakukan teknik paraphrasing dan teknik pengutipan. Paraphrasing adalah menulis suatu pendapat orang lain dengan menggunakan kalimat sendiri yang berbeda dengan aslinya tetapi isi tulisan tetap sama dengan aslinya. Dalam pharaprasing kita harus menyebutkan si pemilik ide asli dari tulisan tersebut. Dalam paraphrasing bukan hanya menambah atau mengubah susunan kata saja melainkan menulis ulang dalam kalimat sendiri yang berbeda. Ada teknik lain yang juga sering dilakukan untuk menghindari plagiarisme yaitu dengan mengutip langsung pendapat orang lain kemudian diikuti oleh penulisan si empunya pendapat. jika memang dimaksudkan untuk upaya penegasan, pengutipan langsung pendapat orang lain diperbolehkan dalam artikel ilmiah. Kutipan langsung biasanya dicirikan oleh adanya’tanda kutip’ (”...”) yang ditempatkan di awal dan di akhir kalimat yang dikutipnya. 

Daftar Pustaka



Hermawan, A. 2019. Kebijakan Dosen Mengurangi Plagiarisme pada Karya Ilmiah Mahasiswa. Indonesian Journal of Islamic Psychology. Vol.1 No.2.

Suganda, Tarkus. 2006. Perihal Plagiarisme dalam Artikel Ilmiah. Agrikultural Vol.17 No.3 163-164.

Sundusiah, Suci dan Rika W. Menulis Makalah. http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BHS._DAN_SASTRA_INDONESIA/RIKA_WIDAWATI/Menulis_Makalah.pdf. 



Komentar